Skip to main content

Pentingnya Mindset dan Bagaimana mindset yang benar

Mungkin kebanyakan orang masih belum memahami akan pentingnya mindset dalam menentukan tujuannya. Padahal orang-orang sukses didunia berawal dari sebuah mindset yang benar yang ada dalam dirinya. Lantas apa yang dimaksud mindset yang benar?. Mindset yang benar adalah mindset yang positif, mindset yang bisa menstimulasi diri untuk melakukan hal yang positif dan mindset yang selalu memberikan motivasi lebih dan energi bagi diri kita. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu bagaimana mindset yang seharusnya diterapkan oleh pelajar berdasarkan pengalaman saya selama duduk di bangku SMA.
            Sedikit cerita saya dahulu bersekolah di suatu SMA negeri di sebuah desa, ya.. bisa dibilang SMA pinggiran. Karena memang letak SMA saya paling ujung timur di kabupaten Banyumas. Walaupun sekolah saya terletak didesa namun tidak menyulutkan semangat saya untuk belajar dengan giat. Pada awal saya masuk SMA yang terlintas dipikiran saya adalah saya hanya harus belajar secara akademik dengan giat untuk mencapai prestasi terbaik dan ingin membuat orang tua saya bangga. Namun hal itu justru membuat beban bagi diri saya. Karena pada saat itu konsep pemikiran saya atau  mindset saya masih salah. Kira-kira apa yang salah? Oke, nanti saya bahas. Namun sebelum itu saya ceritakan sedikit dari mana saya bisa tahu bahwa mindset saya kurang benar dan dari situlah titik dimana mindset saya mulai berubah. Saat itu kebetulan guru bahasa inggris saya saat itu adalah kepala sekolah di sekolah saya, kelas saya termasuk beruntung karena hanya dua kelas yang diajar oleh beliau. Beliau adalah mantan kepala sekolah dari sekolah Indonesia di Den Haag, Belanda, sebelum menjadi kepala sekolah di sekolah saya. Beliau adalah sosok yang benar-benar inspiratif dan mengubah mindset bagi diri saya. Beliau selalu menekankan agar siswanya memiliki mindset yang benar.  Beliau menyampaikan bagaimana orang-orang dinegara maju dalam berpikir dan bertindak. Ya, sekolah bukan hanya tentang belajar ilmu pengetahuan, memang nilai bagus harus didapat namun jika hanya mendapat seuah nilai yang baik apakah nantinya bisa bermanfaat bagi orang lain? Tentu tidak cukup. Justru yang terpenting adalah bagaimana dalam diri kita memiliki soft skill. Hal inilah yang harus ada, dan ini adalah hal paling penting. Softskill ini berupa hal-hal kecil namun sangat berharga, seperti sikap tidak egois, menghormati orang lain, menghormati guru, peduli terhadap sesama dan peduli terhadap lingkungan dll.
            Jika sebagai pelajar kita hanya belajar ilmu pengetahuan saja yang didapatkan hanya nilai. Tapi jika mindset kita ubah menjadi sebagai pelajar kita harus belajar untuk menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain, maka kita akan lebih tahu arti belajar yang sebenarnya.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Singkat Asal Mula Desa Karangpucung, Tambak, Banyumas.

     ASAL USUL DESA KARANGPUCUNG Pada zaman dulu, wilayah Desa Karangpucung merupakan hutan yang tidak berpenghuni. Pada suatu saat ada seorang ulama bernama Mandarijan datang ke hutan tersebut, Ia memiliki misi untuk menyebarkan agama di wialayah tersebut. Akhirnya, hutan itu dijadikan pondok pondok dan membawa orang-orang dari luar daerah untuk tinggal di pondok itu. Lama-kelamaan pondok itu dihuni oleh banyak orang dan semakin lama mereka menikah dan memiliki keturunan yang membuat wilayah itu makin dihuni oleh banyak penduduk. Namun, para penduduk bingung menyebut nama dusun atau desanya karena belum di beri nama. Pada awlanya, desa itu di beri nama Desa Dukuh, dukuh berarti segerombolan. Namun pada akhirnya, sang Ulama memilik ide untuk memberi nama desa itu dengan nama Desa Karangpucung karena di wilayah tersebut banyak terdapat pohon pucung (pohon kluwek). Setelah beberapa lama, akhirnya sang ulama meninggal dunia dan jenazahnya di makamkan didekat sungai yan...

MOTIVASI HARIAN - Bagaimana menyikapi sebuah kondisi sulit?

Manusia tidak mungkin terlepas dari sebuah permasalahan atau kondisi sulit. Semua pasti pernah mengalami atau bahkan sekarang sedang mengalami. Namun apa sikap teman-teman dalam menghadapi kondisi sulit? Pasti sangat beragam. Bisa terpuruk, sedih, tidak bersemangat bahkan ada yang sampai berfikiran untuk bunuh diri karena begitu besarnya masalah yang dihadapi. Tentu kita semua tidak berharap hal itu terjadi. Begitupun saya, pasti pernah mengalami kondisi sulit. Ada sebuah rumus untuk menyikapi hal tersebut. K+R=H yaitu kondisi ditambah respon samadengan hasil. Kita tidak pernah bisa mengubah kondisi yang kita hadapi, jadi untuk hasil yang baik maka yang bisa kita ubah adalah respon kita. Mungkin bagi sebagian orang merespon masalah dengan kata “mengapa” contohnya “mengapa hal itu terjadi padaku?” . kalau kita merespon suatu kondisi sulit dengan pertanyaan tersebut maka yang kita fikirkan adalah penyesalan, menyalahkan diri sendiri dan berdampak dengan keterpurukan. Cobalah mulai saa...